My Name:
Muqodimah
Pada pertengahan Maret 2012 ada pemberitaan bahwa laju pertumbuhan penduduk Kota Bogor tergolong cukup
tinggi. Setiap tahunnya, rata-rata pertumbuhan penduduk kota berjuluk ‘Kota Hujan’ itu mencapai 2,79%. Ketua Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Bogor, Nia Kurniasih, mengatakan
sensus penduduk tahun 2000 mencatat jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 750.819
jiwa. Dengan laju pertumbuhan di atas 2%, jumlahnya diperkirakan mencapai satu juta jiwa
pada 2012. Laju pertumbuhan penduduk idealnya 0,5%. “Kami harapkan tidak ada lagi keluarga yang tidak menjadi peserta KB,” kata Nia. Untuk
menggencarkan upaya pengendalian penduduk melalui program KB, pihaknya telah meminta
dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tahun ini, dua pihak tersebut akan
menyediakan seluruh kebutuhan alat kontrasepsi dan pendukung lainnya. Bahkan, tahun ini
tidak ada pengadaan dari APBD. Semuanya sudah dipenuhi oleh pemprov dan BKKBN
pusat (republikaonline, 19/03/2012). Hal ini sejalan dengan anggaran
untuk BKKBN tahun 2012 yang meningkat sekitar Rp 100 miliar
dibandingkan tahun 2011. Anggaran 2011 Rp 2,4 Triliun, 2012 akan menjadi Rp 2,5 Triliun (okezone.com, 09/12/2011).
Keluarga Berencana
Keluarga berencana
(KB) adalah gerakan untuk
membentuk keluarga
yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah
perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan
penggunaan alat-alat
kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom,
spiral, IUD, dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga
yang dianggap ideal adalah dua (Wikipedia, 20/04/2012).
Tujuan umum KB adalah meningkatkan
kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil
Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan
mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.
Dan tujuan khusus KB adalah meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat
kontrasepsi, menurunkan
jumlah angka kelahiran bayi
dan meningkatkan
kesehatan keluarga berencana
dengan cara penjarangan kelahiran (Wikipedia, 20/04/2012).
Hingga saat ini, kesuksesan pelaksanaan
program KB bukan hanya ditentukan oleh kedisiplinan pasangan suami istri untuk
menjalani program tersebut. Kesuksesan KB juga tergantung pada media massa. Menurut Hardiyanto, Deputi Advokasi,
Penggerakan, dan Informasi pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN), hal ini karena media sebagai penyedia informasi bagi rakyat
memiliki ‘power’ untuk mengajak
masyarakat mengerti hingga akhirnya turut serta dalam menyukseskan program KB (republikaonline, 21/02/2012).
Hardiyanto menjelaskan bahwa sejauh ini
pihaknya sangat mengapresiasi peranan media. Untuk itu, ia mengharapkan media
juga menyampaikan informasi pentingnya KB ke seluruh masyarakat di Tanah Air.
Bahkan, pihaknya senantiasa menerima jika dikritik untuk membangun program yang
lebih baik lagi ke depannya. Menurutnya, BKKBN tidak hanya berperan sebagai
motivator penggerak masyarakat untuk bersama mencintai ‘keluarga kecil bahagia’,
namun juga berperan untuk mengurangi jumlah atau angka penduduk di Tanah Air
yang setiap tahunnya terus meningkat signifikan (republikaonline, 21/02/2012).
Keluarga Indonesia, Keluarga Berencana
Bicara
rencana keluarga melalui program KB, baru-baru ini pun beredar berita tentang vasektomi. Vasektomi merupakan salah satu tatacara dalam
pelaksanaan program KB dengan cara memotong saluran sperma yang
menghubungkan buah zakar
dengan kantong sperma, sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam ejakulat seorang pria; tubektomi tindakan sejenis pada perempuan (Wikipedia,
20/04/2012). Berita vasektomi ini dapat dikatakan bermula dari Kabupaten Mukomuko, Provinsi
Bengkulu. Warga pria di kabupaten tersebut diusulkan
mendapat hadiah Rp 1 juta dari Kepala Daerah, jika bersedia memasang alat
kontrasepsi vasektomi (republikaonline,
13/04/2012).
Berita ini meluas, hingga Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Situbondo, Jawa Timur, mengeluarkan fatwa menghalalkan praktik vasektomi
untuk program KB atau menjarangkan kehamilan. Sugiri Syarief, Kepala BKKBN, menyatakan
bahwa vasektomi dulu diharamkan karena dilakukan dengan cara memutuskan,
memotong permanen saluran vas diferens saluran sperma laki-laki dari buah zakar
ke saluran keluarnya. Tapi sekarang, vasektomi hanya mengikat saluran vas
deferens. Jika sewaktu-waktu diinginkan, maka ikatan itu bisa dibuka kembali (suaramerdeka.com, 17/04/2012). Padahal, meski saluran
sperma yang telah dipotong/diputus bisa disambung kembali (rekanalisasi) dengan
cara microsurgery, namun kembalinya
kesuburan tidak bisa seperti semula. Semakin lama seorang pria di-vasektomi maka kembalinya
kesuburan akan berkurang. Contohnya seorang klien yang telah di-vasektomi selama 3 tahun lalu melakukan rekanalisasi maka kemampuan
untuk mempunyai anak tinggal 50%, lalu setelah 5 tahun akan turun menjadi 20% (doktersehat.com,
01/12/2009).
Syarief juga menyatakan bahwa fatwa MUI
Situbondo tersebut telah dikomunikasikan kepada MUI Jawa Timur, dan terus nanti
ke MUI pusat. Dengan dukungan fatwa dari MUI, maka diharapkan peserta pria
program Keluarga Berencana (KB) dapat bertambah pesat. Saat ini peserta KB
nasional ada 29 juta lebih orang, dan hanya 1,5% pria. Mereka menggunakan
kondom 0,8% dan vasektomi 0,7%. Di sisi lain, pengendalian pertumbuhan penduduk
yang kembali dimulai awal 2000 sudah berjalan sesuai perencanaan. Lima tahun
terakhir jumlah penduduk Indonesia sudah lebih terkendali. Syarief menyebutkan
pertumbuhan penduduk Indonesia 2012 ini hanya 1,4%. Penduduk Indonesia saat ini
mencapai 270 juta jiwa. Menurut Syarief, sesungguhnya 95% penduduk Indonesia
tahu tentang program KB. Separo lebih atau 61,4% sudah jadi peserta aktif, dan
9,1% masih ragu-ragu akan alat kontrasepsi yang dipakai dan biaya untuk
mendapatkan pelayanan KB tersebut (suaramerdeka.com,
17/04/2012). Yang juga menarik, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko
Kesra), Agung Laksono, menyatakan program untuk menekan angka kelahiran dan
kemiskinan tersebut harus dicontohkan oleh para pejabat pemerintah. Atau dengan
kata lain pejabat negara diimbau jangan punya anak banyak (okezone.com, 05/12/2011).
Bahkan, Nahdatul Ulama (NU) menyatakan
dukungannya terhadap program KB yang digalakkan BKKBN. Upaya sosialisasi akan
terus ditingkatkan termasuk ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Arief
Mudatsir, Ketua PP Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdatul Ulama (LKKNU) dalam Rakornas dengan
BKKBN di Jakarta (15/3/2012) menyatakan, “Mengoptimalkan ulama di berbagai
tempat gerakan KB sangat sukses kita lakukan. Hal ini sudah berjalan sejak
1970-an sampai 2012. Tinggal kita tingkatkan peran dan optimalisasi. Tidak ada
kendala pada program
sinergis yang kita susun dengan BKKBN. Mengenai slogan ‘banyak anak banyak rejeki’, sudah tidak relevan dalam
kehidupan modern saat ini. Inilah yang mau kita ingatkan pada ulama, khususnya tentang konsep banyak anak
banyak rejeki. Agama sendiri mengajarkan untuk memperhatikan keluarga kita
untuk kemaslahatan di hari kemudian. Tidak banyak-banyak (anak), dua-lah.” (okezone.com, 15/03/2012).
Sebaliknya, Sekretaris Komisi Fatwa MUI
Pusat, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan dalam kajian ulama bahwa vasektomi dan
tubektomi adalah ‘pemandulan tetap’. Ia juga
menegaskan, “Fatwa haram terhadap vasektomi dan tubektomi
sudah dikeluarkan sejak 2009 karena setelah MUI mendengar pendapat ahli dan
kajian dalam perspektif hukum Islam.
Kami sampai pada kesimpulan bahwa alat kontrasepsi itu
adalah pemandulan tetap dan terlarang dalam hukum Islam.” (BBC
Indonesia, 17/04/2012).
Bagaimanapun, harus
dipahami bersama bahwa KB bukanlah suatu kewajiban dengan konsekuensi dosa jika
tidak dilaksanakan. Karena KB memang tidak memiliki status fardhu (wajib) sebagaimana sholat lima waktu ataupun fardhu yang lain. Jadi tidak perlu takut
berdosa jika tidak menjadi akseptor KB. Meskipun LKKNU berniat membawa
wacana fatwa wajib Keluarga Berencana (KB) ke tengah Konferensi Besar Nahdatul
Ulama 2012 di Cirebon, karena program KB dinilai mampu membawa kemaslahatan umat (republikaonline,
15/03/2012). Dengan demikian, ayat berikut ini harus menjadi pengingat
paling awal: “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang
lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (TQS Al-Maidah [05]: 50).
Merencanakan
Keluarga tanpa Keluarga Berencana
Merencanakan
keluarga tidaklah semata-mata dengan KB. Firman Allah Swt: “Dan nikahkanlah orang-orang
yang masih sendiri (belum menikah) di antara kalian, demikian pula orang-orang
yang shalih dari kalangan budak laki-laki dan budak perempuan kalian. Bila
mereka dalam keadaan fakir maka Allah akan mencukupkan mereka dengan keutamaan
dari-Nya.” (TQS An-Nuur
[24]: 32).
Dan sabda Rasulullaah saw: “Wahai sekalian para pemuda! Siapa di antara kalian yang telah mampu
untuk menikah maka hendaknya ia menikah….” (HR. Al-Bukhari, Muslim).
Setiap
pernikahan tentu menargetkan regenerasi. Sabda Rasulullaah saw: “Menikahlah kalian dengan wanita yang penyayang lagi
subur, karena (pada hari kiamat nanti) aku membanggakan banyaknya jumlah kalian
di hadapan umat-umat yang lain.” (HR. Abu Dawud no.
2050). Dan firman Allah Swt: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.
Kami-lah yang akan Memberi Rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya
membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (TQS Al-Israa [17]: 31).
Disamping itu, adalah
hal krusial bagi umat Islam untuk menjaga kemaluannya dan
kemaluan istrinya, menundukkan pandangannya dan pandangan istrinya dari yang
haram. Karena Allah Swt memerintahkan: “Katakanlah (ya Muhammad) kepada
laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata
mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi
mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan
katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan
sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…’.” (TQS An-Nur [24]: 30-31). Dalam ayat yang lain, Allah Swt memuji orang-orang beriman yang salah satu sifat mereka adalah menjaga
kemaluan mereka kecuali kepada apa yang dihalalkan: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap
istri-istri mereka atau budak perempuan yang mereka miliki, maka sesungguhnya
mereka dalam hal ini tiada tercela.” (TQS Al-Mu’minun
[23]: 05-06).
Khatimah
Berdasarkan
uraian di atas, maka telah jelas bahwa vasektomi, bahkan fatwa penghalalannya, telah
terlontar tanpa memperhatikan efek dominonya. Mengingat, zaman kebebasan
seperti saat ini masih sangat potensial membuat para pria lebih mudah tergoda
untuk ‘jajan di luar’ atau berzina. Apalagi tidak ada resiko kehamilan pada
perempuan manapun yang akan bebas dipergaulinya. Padahal zina adalah perbuatan
yang dilaknat Allah Swt, sebagaimana firman-Nya: “Dan janganlah kamu mendekati
zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan
yang buruk.” (TQS
Al-Israa [17]: 32).
Wallaahu a’lam bish showab [].
Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si (Aktivis MHTI)
Mahasiswa dan kampus merupakan satu kesatuan sistem yang penting dalam perubahan sosial dan peri-kepemimpinan ditengah masyarakat. Mahasiswa memiliki idealisme tinggi terhadap ide yang diyakini dan memiliki kecenderungan terhadap perubahan keadaan masyarakat ke arah yang dicita-citakannya. Dalam pandangannya, masyarakat yang stagnan sama artinya dengan kemunduran. Dianggap tidaklah sesuai dengan dorongan jiwa mudanya yang penuh gejolak idealisme. Tapi kadang ia hanya sekedar menginginkan perubahan saja tanpa berpikir perubahan yang dikehendaki itu menghantarkan kepada keadaan yang lebih baik atau tidak. Pokoknya yang penting berubah. Ketidakmampuan mendefinisikan jenis perubahan yang dikehendaki sering membawanya kepada suasana gelora tanpa kendali. Karakter inilah yang ada dalam mayoritas generasi mahasiswa era transisi orde lama-orde baru dan orde baru-orde reformasi.
PERJUANGAN BADAN KOORDINASI
LEMBAGA DAKWAH KAMPUS
MENUJU KHILAFAH
(Catatan Dari: Badan Eksekutif BKLDK)
Pendahuluan
Yang menyatukan Lembaga Dakwah Kampus Jaringan BKLDK di seluruh Indonesia adalah ideologinya, yaitu Islam. Faktor ideologis (Islam) inilah yang menyatukan seluruh aktivisnya, meski ras, suku, kebiasaan dan bahasa mereka berbeda. Faktor inilah yang membentuk karakter dasarnya, yang tercermin pada kesamaan pemikiran dan perasaannya (kullun fikrun syu’uri). Karena itu pulalah, maka Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus di seluruh Indonesia, mempunyai konsep (fikrah) dan metode (thariqah) yang sama. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah kondisi, peluang dan tantangan yang berbeda.
PERNYATAAN
LEMBAGA KAJIAN DAN PERS MAHASISWA ISLAM
Mengecam Pemberitaan Media Sekuler dan Kebijakan Penguasa Diktator-Kapitalis Yang Melakukan Monsterisasi Terhadap Islam dan Kaum Muslim
LEMBAGA KAJIAN DAN PERS MAHASISWA ISLAM
Mengecam Pemberitaan Media Sekuler dan Kebijakan Penguasa Diktator-Kapitalis Yang Melakukan Monsterisasi Terhadap Islam dan Kaum Muslim
Isu terorisme kembali menghangat melalui pemberitaan yang terus-menerus dipropagandakan oleh media mulai dari peristiwa HKBP di Bekasi hingga modus perampokan di Medan, Sumatera Utara. Peristiwa di Serdang misalnya, setelah penembakan dan penangkapan yang diduga pelaku perampokan di medan. Pelakunya pun dikaitkan dengan teroris. Ditambah lagi serangan oleh mereka yang diduga teroris terhadap Mapolsek Hamparan Perak, Sumatera Utara. Dalam jumpa pers di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (24/9) Kapolri Jenderal (Pol.) Bambang Hendarso Danuri menyatakan, “Aksi teroris yang dilakukan sejak tahun 2000 hingga kasus terakhir penembakan tiga polisi di Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, tahun 2010 memiliki target mengambil-alih kekuasaan negara untuk menegakkan Negara Islam (Daulah Islam/Khilafah)”, (Kompas, 25/9).
Berpikir di luar kotak adalah satu sikap yang akan menumbuhkan kreativitas dalam diri kita. Sering kali, saat kita mentok mendapatkan ide kreatif karena kita belum berpikir di luar kotak. Banyak yang mengatakan, untuk mendapatkan ide cemerlang atau gagasan terobosan, kita harus berpikir di luar kotak. Apa itu berpikir di luar kotak? Dan bagaimana hubungannya dengan berpikir kreatif?
Apa saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. (asy-Syuura:30)
Apa saja keburukan yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. (an-Nisaa: 79)
Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu maka laksanakanlah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.? (Q.S. Al-Hasyr : 7)
“Banyak bersikap diam adalah keindahan yang menghiasi orang yang berakal dan rahasia yang menutup-nutupi orang bodoh” (Ulama)
Bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan software grafis seperti Corel Draw atau Photoshop, Anda akan mengenal apa yang dimaksud dengan zoom in atau zoom out. Jika Anda belum terbiasa dengan software grafis, coba perhatikan orang yang sedang membuat desain, kadang melakukan zoom in kadang melakukan zoom out dan dilakukan secara bergantian.
Mengapa para designer melakukan hal ini? Tentu saja agar mereka mendapatkan hasil yang optimal. Jika dia melakukan zoom in terus, dia tidak akan pernah bisa melihat hasil akhir. Dia hanya fokus pada detil sementara hasil akhirnya tidak tahu. Sebaliknya, jika Anda hanya menggunakan zoom out, Anda hanya melihat gambaran besarnya, Anda tidak tahu bagaimana detilnya dan bagaimana gambaran tersebut disusun. Oleh karena itu, kedua zoom harus dilakukan.
1.Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya. Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.
2.Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka "karena dan/atau untuk" Allah. Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas. Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.
Tulisan berikut ini memuat daftar Pepatah Kata Mutiara Bahasa Arab atau juga biasa disebut dengan Mahfuzat, Muqtathafat, Syair dan lain-lain. Kata-kata mutiara ini diajarkan di pesantren kami dan pesantren-pesantren lainnya yang menggunakan kurikulum Pondok Modern Gontor Ponorogo. Semoga bermanfaat. Selamat menikmati
1. من سار على الدرب وصل
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia2. من جد وجد
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia3. من صبر ظفر
Barang siapa sabar beruntunglah ia
Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.
Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :
Dalam era sekularisasi global yang didominasi ideologi Kapitalisme-Liberalisme saat ini. Masyarakat internasional khususnya lingkaran dunia muslim sudah sering kali mendengar, melihat, bahkan mengucapkan sendiri atau terus-menerus disuguhi hidangan informasi baik secara langsung maupun melalui media (mulai dari cetak hingga elektronik) mengenai eksistensi kekuatan yahudi sebagai pengendali peta global atau jalannya roda aktivitas dunia.
Hal ini sudah menjadi santapan sehari-hari dihampir setiap tempat tanpa terkecuali di seluruh penjuru dunia, serta telah menjadi konsumsi publik dihampir seluruh kalangan, baik kalangan politisi, militer, pengamat, praktisi, intelektual, pengusaha, para pemimpin tak terkecuali kalangan muslim sendiri baik tokoh masyrakat maupun kalangan aktivis (dakwah) dan masyarakat awam, hal ini tidak lagi menjadi sesuatu yang asing bagi mereka (yang sudah mendapat maklumat terkait hal tersebut).
Saudaraku Para Mujahid di Negeri manapun kalian berada, terkhusus buat saudara-saudaraku di Gaza yang telah menuliskan sepucuk surat untuk kami Muslim di Indonesia. Setelah saya membaca surat yang ditulis berdasarkan suara hati kalian, sungguh itu merupakan pukulan kuat yang menyadarkanku dari kelalaian yang selama ini aku & mungkin kebanyakan Kaum Muslim di Indonesia bahkan di seluruh penjuru Dunia lakukan. Cukuplah ini merupakan sebuah penyadaran kepada seluruh umat yang sejatinya masih diberikan kelapangan waktu & kesempatan yang mudah dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Dengan ini kami tak mungkin lagi bertanya mengapa kalian menulis surat ini & bagaimana situasi & kondisi kalian di sana. Karena sesungguhnya kami selama ini masih banyak yang tidak mau memikirkan kondisi saudara-saudara Muslim di tanah terjajah yang di lakukan oleh kaum Kafir Imperialis.
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini
untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku,
kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena
Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan
demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang
dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang
aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan
kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji
berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah
angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.
Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.
Bismillahirrahmanirrahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Amma ba’du…
Serangkaian kesaksian dalam laporan dalam penyelidikan Operasi Cast Lead menunjukkan bahwa warga Gaza oleh tentara IDF Israel telah digunakan sebagai perisai manusia.
Laporan - eksklusif yang diperoleh Ynet - disusun oleh Komite Publik Anti Penyiksaan Israel (PCATI) dan 'Adalah' - Pusat Hukum untuk Hak minoritas Arab di Israel, dan kedua organisasi ini berfokus terutama pada pelanggaran hak-hak tawanan Palestina yang dilakukan oleh militer Israel selama perang Gaza.
Banyak laporan sejenis yang mirip dari hasil laporan temuan Goldstone. Beberapa kasus saat ini sedang diselidiki Polisi Militer, sementara kasus lain, yang penyelidikannya telah selesai, akan ditangani oleh Jaksa penuntut umum Israel.
Salah satu kesaksian dalam laporan itu mengatakan tentara IDF menggunakan warga Palestina dan anak kecil sebagai perisai manusia, tentara Israel memaksa mereka untuk memasuki rumah, membuka pintu dan jendela serta membongkar pagar.
(Seruan Reflektif Bagi Para Muslimah yang Sekolah)
Sobat muslimah, bulan ini kebanyakan kampus katanya punya hajat lho... hajat tahunan ‘penyembutan mahasiswa baru’. Ribuan mantan siswa SMA mengerumuni kampus-kampus yang jadi dambaannya selama ini. Karena itu, penulis tertarik untuk menggali lebih jauh, kira-kira apa ya motivasi kuliah mereka? Soalnya di zaman sekarang, gak jarang tuh para wanita atau muslimah yang memilih kuliah hanya untuk sekedar mendapatkan ijazah biar gampang cari kerja. Sebagaimana yang dituturkan Dewi, pelajar yang baru lulus sebuah SMU Negeri di Bogor, yang menuturkan bahwa melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi itu hukumnya wajib. Alasannya, untuk meraih masa depan lebih baik dan meraih cita-cita. “Biar dapet gelar sarjana sehingga gampang nyari kerjaan”, demikianlah tuturnya. Menurutnya, bekal pendidikan itu sangat penting. Apalagi di era yang katanya globalisasi ini. “Biar kita cewek, sekolah musti setinggi-tingginya,” Eum... satu nih terbukti... gimana yang lain? (yuk sama-sama kita cari tau di kampus masing-masing...)
Ada dua jenis keputusasaan. Pertama, muncul ketika berhadapan dengan kesulitan atau rintangan. Yang demikian itu tidak terdapat pada diri orang beriman. Ia harus selalu ingat bahwa Allah menjanjikan pertolongan kepada orang-orang beriman. Al-Qur`an menyatakan bahwa cukuplah hanya Allah bagi orang-orang beriman dan Dia menguatkan orang-orang beriman dengan bantuan-Nya.
Kedua, merupakan jenis keputusasaan yang lebih berbahaya, yaitu berputusasaan dari pengampunan Allah setelah berbuat salah atau dosa. Keputusasaan ini lebih berbahaya karena akan mengarah pada pikiran bahwa Allah tidak akan memaafkan dosa seseorang dan ia akan masuk neraka. Pikiran ini bertentangan dengan apa yang kita pelajari dalam Al-Qur`an. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa orang-orang yang menyesali perbuatannya. Tidak pernah ada kata “terlambat” dalam mencari pengampunan-Nya. Allah menegur hamba-hambanya,
Sebuah cerita, “di suatu kampung, masyarakatnya hidup seperti biasa, ada yang kesawah, ada yang jadi pedagang, guru dan lain-lain. Akan tetapi kampung itu ketika malam tiba pemandangan sangat gelap gulita, rupanya belum ada penerangan listrik, yang ada hanya lampu-lampu yang berbahan bakar minyak tanah, dan dikampung itu hanya ada satu penjual lampu minyak, mulai dari yang bersumbu kecil sampai yang besar, dari yang remang-remang sampai yang terang. Penjual lampu itu adalah Pak Bari. Pak bari mendapatkan keuntungan dari jualan lampunya, tidak ada yang tidak kenal pak bari.
“Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (TQS.AL ASR :1-5) Saudaraku di bumi Allah Azza wajalla
Anugerah Allah yang harus disyukuri adalah porsi waktu yang sama yaitu 24 jam/hari dengan komposisi 1 jam: 60 menit, 1 menit: 60 detik. Dengan hitungan 1 tahun: 365 hari, 12 bulan. Time is money waktu adalah uang. Prinsip ini buat pedagang atau pengusaha,untuk pelajar time is science waktu adalah ilmu. Ilmu adalah mustika berharga demi kemajuan karena masa depan ditentukan sekarang. Kemarin adalah kenangan , sekarang adalah perjuangan dan esok adalah kesuksesan. Sukses yang haqiqi adalah hidup mulia dengan ridlo Allah dan mati masuk surga.
Ada asap pasti ada api, ada akibat pasti ada sebabnya. Termasuk ketika dakwah di medan kampus anda kurang greget. Tak perlu lama menerawang apalagi tinggal melamun atau mencari kambing hitam lesunya dakwah kampus. Menyalahkan bidaya mahasiswa yang semakin hedonis, sehingga kurang meminati event dakwah yang telah anda rancang, bukanlah jawaban bijak. Justru itulah tantangan anda menjadikan mahasiswa hedonis yang hanya memikirkan kebutuhan bilogis, menjadi mahasiswa yang ideologis yang siap menjadi aktifis. Tak perlu susah-susah mencari pondasi permasalahannya. Mulailah membanahi dari dapur organisasi kita sendiri, saat ini juga, karena kampus menanti karya-karya paraarsitek peradaban Islam.
Setelah membahas kerikil tajam pertama yang sering membuat perjalan dakwah kampus sedikit terganggu, kini saatnya mengantisipasi jika saja suatu saat bertemu dengan kerikil tajam kedua yaitu “kurang mampu meminang nasrullah”.
PERNYATAAN
AYAT PENGGUGAH
SURAT CINTA DARI AL-KHALIK DI DALAM AL-QURAN UNTUK ISLAM & KAUM MUSLIM
BUKTI TRANSAKSI ANTARA TUHAN - HAMBA
dengan atau tanpa kita, Dakwah Islam akan tetap berjalan, namun apakah Neraka-Nya tidak terlalu menakutkan serta Surga-Nya tidak begitu menggiurkan untuk kita semua?




















